Hadiri Halal Bihalal Alumni BSI, Syariah Didorong Jadi Arus Utama Ekonomi Masyarakat
Jakarta, Jsatu – Menghadiri acara Halal Bihalal Perkumpulan Alumni PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk bertemakan “Dekatkan Hati, Sucikan Rohani, Sehatkan Jasmani” di Grand Ballroom BSI Tower, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.
Halal bihalal itu semangatnya adalah minal aidin. Artinya kembali. Pertama, kembali kepada fitrah insaniyah. Tidak ada salah dan dosa setelah saling memaafkan. Kayauma waladathu ummuhu, seperti bayi yang baru dilahirkan.
Kedua, kembali kepada khilqah insaniyah, kembali kepada alasan diciptakan manusia sebagai khalifah fil ardh untuk memakmurkan bumi, imaratul ardh, untuk bisa menjaga kebaikannya dan memberi nilai tambahnya.
Agar tidak serampangan dan menjadi konflik dalam memakmurkan bumi, maka Allah membuat aturan-aturan yang disebut syariah. Guidence book atau katalog Allah. Jadi, kembali kepada khilqah insaniyah itu berarti kembali kepada syariah.
Nah, ini yang kita perjuangkan saat ini supaya orang balik ke syariah. Termasuk dalam urusan muamalah. Tapi, banyak orang yang masih tayamum saat mau shalat. Padahal, sudah ada air. Sudah ada bank syariah.
Setelah 25 tahun memasyarakatkan ekonomi syariah, kini sudah masuk periode mensyariahkan ekonomi masyarakat. Minal aidin itu kembali ke syariah semuanya.
Karena itu, BSI harus menjadi bank bukan terbesar dari bank syariah saja, tapi harus menjadi bank terbesar dari seluruh bank di Indonesia. Atas dasar itu sekarang kita harus menguasai pangsa pasar yang besar dalam rangka men-syariah-kan ekonomi masyarakat.
Jadi, memang kita harus kembali kepada sistem, kepada katalog rabbani, aturan Allah dengan istiqamah.

0 Comments: