14 HGU Perkebunan Sukabumi Habis Masa Berlaku, Pemda Siapkan Opsi Masuk TORA
Sukabumi, Jsatu – Pemerintah Kabupaten Sukabumi menyoroti 14 Hak Guna Usaha perkebunan yang masa berlakunya telah habis dan mendorong percepatan penertiban administrasi.
Persoalan itu mengemuka dalam rapat koordinasi Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi bersama dinas terkait dan perusahaan perkebunan di Aula SDA DPU Kabupaten Sukabumi, Kamis (14/5/2026).
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, menjelaskan sebagian HGU masih dalam proses resertifikasi. Sementara lainnya tetap beroperasi meski izin belum diperbarui.
“Hari ini Komisi I memanggil perusahaan-perusahaan yang HGU-nya habis. Ada yang sedang proses resertifikasi, ada juga yang HGU-nya habis tetapi izin usaha perkebunannya masih berlaku,” kata Aep.
Pemda ingin memastikan lahan HGU memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat, termasuk untuk ketahanan pangan dan optimalisasi lahan pertanian sesuai arahan pemerintah pusat. Surat telah dikirimkan kepada perusahaan agar segera melakukan uji administrasi dan mempercepat pembaruan HGU.
“Nanti akan dilihat itikad baik perusahaan. Kalau tidak ada penyelesaian dan tidak taat aturan, pemerintah daerah bisa mengusulkan lahan tersebut masuk ke tanah objek reforma agraria atau TORA,” tegas Aep.
Selain administrasi, Pemda juga menyoroti perubahan komoditas perkebunan tanpa penyesuaian izin. Contohnya lahan berizin tanaman karet yang berubah menjadi kelapa sawit tanpa pembaruan ketentuan usaha. Perubahan itu dinilai memengaruhi penilaian kualitas kebun.
Melalui program TORA, Pemda mendorong masyarakat mengelola lahan secara mandiri. Langkah ini diharapkan memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan perputaran ekonomi daerah, dan membuka peluang bagi petani muda. Dukungan permodalan disiapkan melalui program kredit pertanian Bank BJB dan BRI.
Kecamatan yang berada di kawasan HGU meliputi Cikidang, Warung Kiara, Bantar Gadung, Sagaranten, Nyalindung, Pajampangan, Cikak, Cisolok, dan wilayah lain di Sukabumi. Pemda menilai jika TORA dijalankan, pertumbuhan ekonomi masyarakat akan meningkat dan potensi pertanian desa lebih tergali.
“Saatnya petani muda Sukabumi memulai di lahan TORA. Bertani itu keren,” ujar Aep. (Lut)

0 Comments: