Hadapi Disrupsi Global, Sekolah Pemikiran Kejeniusan Gelar Kajian Ekonomi-Politik Berbasis UUD 1945
Jakarta, Jsatu – Di tengah dinamika geopolitik global, disrupsi teknologi, dan ketatnya persaingan ekonomi dunia, Indonesia membutuhkan arah pembangunan yang berakar pada jati diri bangsa. Berangkat dari kegelisahan itu, *Sekolah Pemikiran Kejeniusan* meluncurkan program kajian bertajuk *"Road Map Ekonomi-Politik Pancasila: Membangun Ekonomi Berdaulat, Adil, Mandiri, dan Bermartabat Berdasarkan UUD 1945"*. Sabtu, (4/7/2026).
Program ini dirancang sebagai ruang belajar, diskusi, dan perumusan ulang arah pembangunan nasional melalui pendalaman pemikiran para pendiri bangsa dan para ekonom Indonesia. Tujuannya bukan hanya memahami sejarah gagasan, tetapi melahirkan perspektif baru yang relevan menjawab tantangan Indonesia di abad ke-21.
Bedah Pemikiran Tokoh Bangsa dan Desain Ekonomi Berdikari
Kajian akan menghadirkan para ekonom strukturalis: *Ichsanuddin Noorsy, Yudhie Haryono, Agus Rizal, dan Kirdi Putra*. Para peserta akan diajak mendalami tema-tema strategis, mulai dari fondasi filosofis Ekonomi Politik Pancasila, hubungan spiritualitas dan pembangunan ekonomi, hingga pemikiran tokoh-tokoh seperti *Mohammad Hatta, Dawam Rahardjo, Soemitro Djojohadikusumo, dan Mubyarto*.
Materi juga mencakup desain Undang-Undang Ekonomi Politik sebagai fondasi pembangunan nasional, transformasi dari ekonomi kolonial menuju ekonomi berdikari, serta strategi menghadapi ekonomi digital dan arus globalisasi.
"Melalui pendekatan multidisipliner, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi pemikir yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keberanian menawarkan solusi bagi berbagai persoalan bangsa," ujar pihak Sekolah Pemikiran Kejeniusan.
Waktu, Tempat, dan Pendaftaran
Kajian akan diselenggarakan setiap hari *Jumat-Sabtu, mulai 7-8 Agustus 2026, pukul 14.00-17.00 WIB*, bertempat di *Markaz Mazhab Tebet, Jalan Tebet Barat VI A No. 26–27, Jakarta Selatan*.
Kegiatan terbuka untuk umum dengan *kuota terbatas 20 peserta per angkatan* agar diskusi berlangsung intensif dan mendalam. Sasaran peserta meliputi akademisi, mahasiswa, peneliti, aktivis, birokrat, pelaku usaha, serta masyarakat luas yang memiliki kepedulian terhadap masa depan Indonesia.
Sekolah Pemikiran Kejeniusan berharap dari forum ini lahir gagasan-gagasan baru yang memperkuat cita-cita Indonesia sebagai bangsa yang *berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan*, sebagaimana amanat para pendiri bangsa.

0 Comments: