DPRD Jabar Soroti Kasus Remaja Tewas di Cicalengka, Dorong Penguatan Pendampingan Keluarga
Bandung, Jsatu - Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Siti Muntamah, meminta pemerintah memperkuat upaya pencegahan kekerasan terhadap anak di lingkungan keluarga menyusul kasus penganiayaan yang menewaskan remaja berusia 15 tahun di Cicalengka, Kabupaten Bandung.
Siti menilai kasus tersebut harus menjadi bahan evaluasi untuk menelusuri faktor penyebab kekerasan terhadap anak terjadi di dalam keluarga. Menurutnya, pendampingan bagi orang tua juga perlu diperkuat agar mampu menghadapi tekanan hidup tanpa melampiaskan emosi kepada anak.
"Tentu saja kita sebagai pemangku kebijakan di pemerintah, perlulah menelisik lebih dalam dari sebuah persoalan seorang anak bertanya tentang seragam sekolah yang memicu orang tuanya marah dan sampai menganiaya, apa yang menjadikan dalam keluarga begitu sangat mudah hilangnya rasa kasih dan sayang," katanya, Senin (26/10/2026).
Ia menduga tekanan psikologis dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kemampuan seseorang mengendalikan emosi. Namun, hal tersebut tetap perlu ditelusuri lebih lanjut dan tidak dapat dijadikan pembenaran atas tindakan kekerasan.
Siti meminta Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) serta Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Barat memperkuat pendampingan dan intervensi kepada keluarga.
"Saya berharap hal ini tidak terjadi kembali dan tentu saja kepada khusus DP3AKB, BKKBN Jawa Barat harus menjadikan ini sebagai sebuah pemicu untuk melakukan intervensi lebih dalam, apa yang harus diberikan kepada para orang tua supaya tidak berkurang kasih sayangnya," ujarnya.
Sebelumnya, Polresta Bandung mengungkap kasus tersebut bermula dari perselisihan antara tersangka berinisial DR (37) dan istrinya, SS (33), terkait uang Rp500.000 yang semula disiapkan untuk membayar uang pangkal sekolah korban, tetapi diduga digunakan tersangka untuk bermain judi daring.
Peristiwa itu terjadi pada Senin (19/10/2026) sekitar pukul 18.00 WIB di Kampung Dungus Maung, Desa Cikuya, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung. Saat itu, korban berusaha membela ibunya dan menegur ayahnya yang sedang bertengkar. Teguran tersebut kemudian memicu kemarahan tersangka hingga melakukan kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Siti turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya korban. Ia berharap proses hukum terhadap tersangka berjalan sesuai ketentuan yang berlaku dan kasus tersebut menjadi pengingat pentingnya perlindungan anak di lingkungan keluarga.
"Kita doakan semoga almarhum diterima semua amal amalnya, diberikan tempat yang terbaik. Dan tentu saja bagi ayah kandung yang melakukan, harus melewati kebijakan hukum yang berlaku," katanya.

0 Comments: